At
Narita aiport, here we are, in the busiest airport in the world!
Ga tau harus gimana lagi ngucap syukur atas nikmat Allah yang
sangat luar biasa ini. Hari itu benar2 jadi salah satu hari bersejarah bagi saya,
one of my dream being true. Going abroad bring the name of my institution and
my country, yap.. sebagai wakil dari IPB dan Indonesia, ada misi penting yang
harus saya selesaikan besok di Hokkaido University. Namun sebagai seorang
travelista, ada pencapaian lain yang lebih utama yaitu hari ini saya berhasil
menginjakkan kaki di other part of the earth dan menghirup udara di atmosfer
yang berbeda. Berbeda, kata itu terlambat saya sadari ketika saya LUPA bahwa
saya sedang tidak berada di bumi Indonesia dengan temperature di atas 30
derajat. Dengan hanya berbalut sebuah jaket tipis, saya masih belum merasa
dingin ketika masuk di dalam airport, because thanks God its heater! :)
Di terminal 1 Narita Airport dimana kita landing ini first thing
yang kita lakukan adalah foto2, yap dengan gesitnya kita mencari pojokan yang
nice buat foto. Kemudian saya memutuskan untuk ke toilet dan disitu saya baru
tau bahwa air kran di Jepang is ready to drink, jadi semacam kaget melihat
beberapa Japanese yang mengisi botol mereka di kran, dan sempet terpikir untuk
ikut mengisi botol minum saya disitu, tapi saya mengurungkan niat ketika muncul
kalimat dalam benak saya ‘dimana segi estetikanya minum dari air kran toilet?’
jegeeer.. Second thing, saya mendadak pusing ketika masuk ke bilik toilet karena ada
banyak button yang tidak saya ketahui apa fungsinya dan kenapa ada banyak
banget tombol disitu -_-
Next kita menuju ke bagian pengecekan dokumen keimigrasian, di
bagian ini sangat ketat sekali, no phone and no camera, baris aja kita diatur
sama petugasnya, hmm benar2 disiplin sekali yaa negeri doraemon ini.. kemudian
kita ke baggage claim ngambil koper dan kita langsung menuju ke terminal 2
untuk melanjutkan perjalanan ke pulaunya sinchan di Hokkaido. Nah, saat kita
keluar dari terminal 1, ceeeessss angin Tokyo menyerang tubuh saya dan merasuk
sampai ke rusuk. God, kita lupa belum ganti kostum di temperature 2 derajat
inii.. Alhamdulillahnya bus antar terminal segera datang dan siap mengantar
kita ke terminal 2.
At terminal 2, first thing yang kita lakukan adalah ganti kostum
dari ujung kepala sampai ujung kaki, ga ketinggalan syal, sarung tangan, sama
earcovernya. Setelan kaya gini ga bakalan mungkin dipake di Indonesia yaa,
hehe. Kita memutuskan ga kemana2 hingga flight ke Sapporo jam 3 nanti, dan di
saat seperti ini bekal mie instan yang kita bawa sangat bermanfaat, karena di
airport ini air panas itu GRATIS, hehe. Tak lupa juga kita ngambil beberapa
shoot disini. Oh iya, di salah satu store di airport ini ada produk Indonesia
lho, waah proud!
Sekitar jam 3 pm kita check in dan take off at 4 pm. Beberapa hari
ini flight ke Sapporo memang lagi ramenya karena di bulan Februari ini ada Yuki
Matsuri Festival ato yang biasa disebut Sapporo Snow Festival. Saya sempet
browsing mengenai Yuki Matsuri Festival dan ini merupakan salah satu motivasi
saya untuk berangkat ke pulau di ujung utara Jepang ini. Flight take about 2 hour,
mendekati pukul 6 pm atmosfer salju sudah sangat terasa, dan ternyata sedang
terjadi badai salju sehingga proses landing memakan waktu lebih lama. Dari
jendela pesawat bisa terlihat butir salju diterbangkan angin dan landasan
pesawat rata tertutup salju. Alhamdulillah dengan ijin Allah, pesawat dapat
mendarat dengan selamat.
Pad di Chitose Airport rata tertutup salju
Pad di Chitose Airport rata tertutup salju
Back to the story, berdasarkan info dari committee, dari airport
kita naik kereta untuk menuju ke Sapporo. Tiket kereta seharga 1040 yen ato
setara dengan IDR 104.000. Sesampainya di New Sapporo station, kita dijemput
beberapa panitia dan diantarkan menuju penginapan. Karena lokasi penginapan
tidak terlalu jauh maka kita prefer buat jalan kaki, and finally.. It’s real SNOW!
And I touched it.. Can’t be more thankful, setelah 20 tahun menjalani kehidupan
akhirnya bisa berada di temperature minus dan merasakan butiran es called
salju. Dengan menggigil dan kaki membeku, kita menyusuri jalan di kota Sapporo
yang sudah mulai sepi. Di suatu traffic light, terdapat tulisan ‘-70
celcius’.. Waw, I am absolutely freeziiing…
Sapporo, 9 Februari 2013
Ohayō Gozaimasu Sapporoooo….
Yes this is day of conference..
dengan persiapan apa adanya tanpa gladi resik sedikitpun, saya merasa cukup
mantap untuk mempresentasikan paper saya di forum internasional pertama bagi
saya ini. Sekitar pukul 7 am kita berangkat menuju ke Hokkaido University.
Jarak dari dorm tempat saya menginap kebetulan tidak terlalu jauh, membutuhkan
waktu sekitar 10 menit untuk jalan kaki. Berikut beberapa shoot terbaik saya
bertemakan ‘snow euphoria’!
Di belakang dorm tempat saya menginap
Bridge menuju Hokkaido University
Di belakang dorm tempat saya menginap
Bridge menuju Hokkaido University
Acara conference berakhir pada pukul 5.30 pm dan karena hari ini
adalah malam terakhir di Sapporo, maka tanpa buang waktu kita langsung go to
the Yuki Matsuri Festival, yeayy! Yuki Matsuri Festival ini hanya buka selama
seminggu saja, jadi ramenya ngalahin pasar kaget di Kampus IPB Dramaga Bogor,
haha :D
Di Festival ini selain sebagai ajang pameran karya seni berupa
patung-patung es yang super WOW banget, diantaranya terdapat patung rumah adat beberapa negara di Asia dan juga karakter kartun yang famous banget di jaman saya SD seperti Chibi Maruko Chan, Pokemon dll. Selain itu, juga terdapat panggung-pangung yang
menampilkan beraneka macam seni budaya Jepang seperti tari-tarian yang
menghibur sekaliii.. Surprisingly, we meet statue of Indonesia berupa Balinese Dancer dengan tulisan 3rd Winner, wah Awesome :)
So here we are on the real ice world,
Shoot with Chibi Maruko Chan
Salah satu penampilan di group band Jepang
Indonesian Balinese Dancer
Tidak terasa sudah sekitar 3 jam kita jalan-jalan di atas ice pad, tidak terasa pula jari-jari kaki dan tangan saya mulai membengkak satu per satu, ditambah pilek serta bersin yang henti-hentinya di sepanjang perjalanan di tengah suhu minus 11 derajat celcius ini. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkah kami untuk menikmati pesona kota Sapporo ini. So perjalanan dilanjutkan ke beberapa tempat seperti Sapporo station dan Daiso. Terima kasih kepada Kak Doddy, mahasiswa IPB yang kini melanjutkan S2nya di Hokkaido Univ yang dengan setia menjadi guide kami :)
Sekitar pukul 11 pm, we decided to back to the dorm, dan bersiap untuk flight ke Tokyo besok :)
*to be continue for Tokyo Exploration :)
So here we are on the real ice world,
Shoot with Chibi Maruko Chan
Salah satu penampilan di group band Jepang
Indonesian Balinese Dancer
Tidak terasa sudah sekitar 3 jam kita jalan-jalan di atas ice pad, tidak terasa pula jari-jari kaki dan tangan saya mulai membengkak satu per satu, ditambah pilek serta bersin yang henti-hentinya di sepanjang perjalanan di tengah suhu minus 11 derajat celcius ini. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkah kami untuk menikmati pesona kota Sapporo ini. So perjalanan dilanjutkan ke beberapa tempat seperti Sapporo station dan Daiso. Terima kasih kepada Kak Doddy, mahasiswa IPB yang kini melanjutkan S2nya di Hokkaido Univ yang dengan setia menjadi guide kami :)
Sekitar pukul 11 pm, we decided to back to the dorm, dan bersiap untuk flight ke Tokyo besok :)
*to be continue for Tokyo Exploration :)







