Kamis, 04 April 2013

The First Shocking Japanese Journey (Part 2)

Tokyo, 8 Februari 2013
At Narita aiport, here we are, in the busiest airport in the world!
Ga tau harus gimana lagi ngucap syukur atas nikmat Allah yang sangat luar biasa ini. Hari itu benar2 jadi salah satu hari bersejarah bagi saya, one of my dream being true. Going abroad bring the name of my institution and my country, yap.. sebagai wakil dari IPB dan Indonesia, ada misi penting yang harus saya selesaikan besok di Hokkaido University. Namun sebagai seorang travelista, ada pencapaian lain yang lebih utama yaitu hari ini saya berhasil menginjakkan kaki di other part of the earth dan menghirup udara di atmosfer yang berbeda. Berbeda, kata itu terlambat saya sadari ketika saya LUPA bahwa saya sedang tidak berada di bumi Indonesia dengan temperature di atas 30 derajat. Dengan hanya berbalut sebuah jaket tipis, saya masih belum merasa dingin ketika masuk di dalam airport, because thanks God its heater! :)

Di terminal 1 Narita Airport dimana kita landing ini first thing yang kita lakukan adalah foto2, yap dengan gesitnya kita mencari pojokan yang nice buat foto. Kemudian saya memutuskan untuk ke toilet dan disitu saya baru tau bahwa air kran di Jepang is ready to drink, jadi semacam kaget melihat beberapa Japanese yang mengisi botol mereka di kran, dan sempet terpikir untuk ikut mengisi botol minum saya disitu, tapi saya mengurungkan niat ketika muncul kalimat dalam benak saya ‘dimana segi estetikanya minum dari air kran toilet?’ jegeeer.. Second thing, saya mendadak pusing ketika masuk ke bilik toilet karena ada banyak button yang tidak saya ketahui apa fungsinya dan kenapa ada banyak banget tombol disitu -_-


Next kita menuju ke bagian pengecekan dokumen keimigrasian, di bagian ini sangat ketat sekali, no phone and no camera, baris aja kita diatur sama petugasnya, hmm benar2 disiplin sekali yaa negeri doraemon ini.. kemudian kita ke baggage claim ngambil koper dan kita langsung menuju ke terminal 2 untuk melanjutkan perjalanan ke pulaunya sinchan di Hokkaido. Nah, saat kita keluar dari terminal 1, ceeeessss angin Tokyo menyerang tubuh saya dan merasuk sampai ke rusuk. God, kita lupa belum ganti kostum di temperature 2 derajat inii.. Alhamdulillahnya bus antar terminal segera datang dan siap mengantar kita ke terminal 2.
At terminal 2, first thing yang kita lakukan adalah ganti kostum dari ujung kepala sampai ujung kaki, ga ketinggalan syal, sarung tangan, sama earcovernya. Setelan kaya gini ga bakalan mungkin dipake di Indonesia yaa, hehe. Kita memutuskan ga kemana2 hingga flight ke Sapporo jam 3 nanti, dan di saat seperti ini bekal mie instan yang kita bawa sangat bermanfaat, karena di airport ini air panas itu GRATIS, hehe. Tak lupa juga kita ngambil beberapa shoot disini. Oh iya, di salah satu store di airport ini ada produk Indonesia lho, waah proud!


Sekitar jam 3 pm kita check in dan take off at 4 pm. Beberapa hari ini flight ke Sapporo memang lagi ramenya karena di bulan Februari ini ada Yuki Matsuri Festival ato yang biasa disebut Sapporo Snow Festival. Saya sempet browsing mengenai Yuki Matsuri Festival dan ini merupakan salah satu motivasi saya untuk berangkat ke pulau di ujung utara Jepang ini. Flight take about 2 hour, mendekati pukul 6 pm atmosfer salju sudah sangat terasa, dan ternyata sedang terjadi badai salju sehingga proses landing memakan waktu lebih lama. Dari jendela pesawat bisa terlihat butir salju diterbangkan angin dan landasan pesawat rata tertutup salju. Alhamdulillah dengan ijin Allah, pesawat dapat mendarat dengan selamat. 
                                                   Pad di Chitose Airport rata tertutup salju

Back to the story, berdasarkan info dari committee, dari airport kita naik kereta untuk menuju ke Sapporo. Tiket kereta seharga 1040 yen ato setara dengan IDR 104.000. Sesampainya di New Sapporo station, kita dijemput beberapa panitia dan diantarkan menuju penginapan. Karena lokasi penginapan tidak terlalu jauh maka kita prefer buat jalan kaki, and finally.. It’s real SNOW! And I touched it.. Can’t be more thankful, setelah 20 tahun menjalani kehidupan akhirnya bisa berada di temperature minus dan merasakan butiran es called salju. Dengan menggigil dan kaki membeku, kita menyusuri jalan di kota Sapporo yang sudah mulai sepi. Di suatu traffic light, terdapat tulisan ‘-70 celcius’.. Waw, I am absolutely freeziiing…

Sapporo, 9 Februari 2013 
Ohayƍ Gozaimasu Sapporoooo….
Yes this is day of conference.. dengan persiapan apa adanya tanpa gladi resik sedikitpun, saya merasa cukup mantap untuk mempresentasikan paper saya di forum internasional pertama bagi saya ini. Sekitar pukul 7 am kita berangkat menuju ke Hokkaido University. Jarak dari dorm tempat saya menginap kebetulan tidak terlalu jauh, membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk jalan kaki. Berikut beberapa shoot terbaik saya bertemakan ‘snow euphoria’!
                                               Di belakang dorm tempat saya menginap
                                                 Bridge menuju Hokkaido University

Acara conference berakhir pada pukul 5.30 pm dan karena hari ini adalah malam terakhir di Sapporo, maka tanpa buang waktu kita langsung go to the Yuki Matsuri Festival, yeayy! Yuki Matsuri Festival ini hanya buka selama seminggu saja, jadi ramenya ngalahin pasar kaget di Kampus IPB Dramaga Bogor, haha :D
Di Festival ini selain sebagai ajang pameran karya seni berupa patung-patung es yang super WOW banget,   diantaranya terdapat patung rumah adat beberapa negara di Asia dan juga karakter kartun yang famous banget di jaman saya SD seperti Chibi Maruko Chan, Pokemon dll. Selain itu, juga terdapat panggung-pangung yang menampilkan beraneka macam seni budaya Jepang seperti tari-tarian yang menghibur sekaliii.. Surprisingly, we meet statue of Indonesia berupa Balinese Dancer dengan tulisan 3rd Winner, wah Awesome :)
So here we are on the real ice world,

                                                        Shoot with Chibi Maruko Chan

                                                Salah satu penampilan di group band Jepang
                                                            Indonesian Balinese Dancer
Tidak terasa sudah sekitar 3 jam kita jalan-jalan di atas ice pad, tidak terasa pula jari-jari kaki dan tangan saya mulai membengkak satu per satu, ditambah pilek serta bersin yang henti-hentinya di sepanjang perjalanan di tengah suhu minus 11 derajat celcius ini. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkah kami untuk menikmati pesona kota Sapporo ini. So perjalanan dilanjutkan ke beberapa tempat seperti Sapporo station dan Daiso. Terima kasih kepada Kak Doddy, mahasiswa IPB yang kini melanjutkan S2nya di Hokkaido Univ yang dengan setia menjadi guide kami :)
Sekitar pukul 11 pm, we decided to back to the dorm, dan bersiap untuk flight ke Tokyo besok :)

*to be continue for Tokyo Exploration :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar