Patahan Lembang merupakan
retakan sepanjang 22 kilometer, melintang dari timur ke barat. Berawal di kaki
Gunung Manglayang di sebelah timur dan menghilang sebelum kawasan perbukitan
kapur Padalarang di bagian barat. Patahan itu tepat di antara Gunung
Tangkubanparahu dan dataran Bandung sehingga membentuk dua blok, utara dan
selatan. Secara genetic sesar ini dikenal dengan sesar nomal, dimana blok
disebelah utara yang bertindak sebagai hanging wallnya, relatif lebih turun
dibandingkan dengan blok yang berada disebelah selatan, yang merupakan foot
wallnya.
Namun gambar di atas merupakan gambar tebing patahan yang tepatnya
terletak di Lembang, bagian utara kota Bandung. Tebing ini terletak di kompleks
pegunungan Sunda, yang terdiri dari gunung tangkuban parahu, gunung manglayang,
gunung sunda, dan gunung burangrang. Keterbentukan sesar
ini menurut Van Bemmelen 1949 akibat dari amblasan yang merupakan efek dari kosongnya ruang magma pada saat letusan besar
Gunung sunda, dan berarti umur dari sesar ini lebih muda dari umur
endapan sunda yang dihasilkan.
Awalnya, lava letusan gunung api yang merupakan bagian
dari kompleks gunung api sunda mengalir jauh hingga mengisi suatu lembah. Lava
yang mengalir tersebut memiliki tipe aliran lava prismatik kemudian lava
tersebut mengalami pembekuan perlahan. Lava tersebut merupakan lava basaltik
yang encer. Setelah beberapa lama seiring dengan berjalannya waktu, pembekuan
lava telah mencapai pada kondisi stabil dengan terbentuknya batuan besar.
Setelah mengalami pembekuan, sekitar 2.000 tahun lalu terjadi gempa dengan kekuatan
6 hingga 7 skala Richter. Gempa tersebut menyebabkan pengangkatan batuan besar
tersebut muncul ke permukaan dan membentuk kubah lava. Pengangkatan ini diikuti
dengan penurunan tanah yang ada di sekitarnya.
Dengan proses pengangkatan, kubah lava yang telah memadat
tersebut menjadi tebing batuan karena letaknya yang lebih tinggi dari dataran
di bawahnya. Seiring dengan berjalannya waktu terjadi proses erosi dari air
hujan yang mengikis dinding-dinding batuan secara terus menerus sehingga
menyebabkan dinding tebing tidak rata. Di atas tebing ditumbuhi vegetasi berupa
rerumputan dan berbagi tumbuhan serta daerah bawah tebing memiliki tanah yang
cukup subur ditandai dengan tumbuhnya berbagai macam tanaman sayuran. Hal ini
dikarenakan tanah yang terbentuk berasal dari aliran lava gunung berapi yang
memiliki potensi kesuburan yang tinggi.
Tebing ini berumur relatif muda bila dibandingkan dengan gunung api di
sekitarnya yang terbentuk lebih dulu sekitar puluhan ribu tahun lalu. Patahan
ini mengalami pergeseran 4mm hingga 6 mm per tahun. Akibat pergerakan ini
sangat memungkinkan untuk terjadinya gempa. Berdasarkan GPS, tebing patahan
Lembang ini terletak di koordinat South 06’49’44.3 dan koordinat East
107’38’06.2 dengan Elevasi Point sebesar 3m dan Eror sebesar 1279m. Daerah di
sekitar tebing patahan Lembang ini memiliki landuse sebagai pemukiman warga dan
perkebunan. Daerah lain yang juga dilintasi Sesar Lembang adalah Gunung
Palasari, Batunyusun, Gunung Batu & Gunung Lembang, Cihideung, dan
Jambudipa bagian barat. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah pemukiman
yang padat dan dapat berpotensi membahayakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar